Informasi dan berita tentang caleg, capres & Pemilukada. Redaksi: (021)271.01.381

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583



Kamis, 19 Februari 2009

Drs. H. Suchud Achmadi, MM. Caleg DPRD Propinsi Jawa Barat PAN No. 8 dapil Kota dan Kab. Bekasi

Bersatu Menuju Bekasi yang
Agamis
Bermartabat
Cerdas
Disiplinj/Tertib

Adalah seorang mantan Kepala Sekolah yang rela untuk memajukan pensiun dini, karena tuntutan persyaratan untuk bisa mengikuti pencalegan. PNS yang sudah lama makan asam garam dunia pendidikan ini berkeinginan untuk memperjuangkan nasib para praktisi dunia pendidikan khususnya para guru. Dengan jaringan yang dimilikinya seperti ikatan Keluarga Besar Banyumasan yang diperkuat dengan organisasi radio komunikasi antar penduduk RAPI dan organisasi sejenis, dia berkeyanikan akan mencapai persyaratan BPP dalam Pemilu 2009 mendatang.

Caleg yang resminya tahun 2009 ini jadi pensiunan Pegawai Negeri mempunyai cita-cita ingin mewujudkan Bekasi menjadi BERSAUDARA (BERsih, Sehat, Asri, Unggul, Damai, Aman, Ramah, Agamis). Dengan mengikuti platform partainya, ia berjuang untuk pembangunan infrastruktur, seperti Jalan Raya, Jembatan, Sekolah/Madrasah, Terminal, Rumah Sakit, Pasar dan Sarana Tempat Ibadah. Dibarengi dengan itu semua mantan Kepala Sekolah ini berkeinginan agar biaya Kesehatan semakin murah (terjangkau) & cepat serta terbukanya kesempatan lapangan kerja dengan peningkatan kualitas tenaga kerja yang bermartabat. Demikian pungkasnya menutupi wawancara kami.

PENGALAMAN KERJA & ORGANISASI:
1. Guru MTs. Negeri Bekasi
2. Pengawas Pendidikan Agama Islam:
--- Kec. Pebayuran, Kab. Bekasi
--- Kec. Tambun, Kab. Bekasi
--- Kec. Cikarang, Kab. Bekasi
--- Kec. Rawa Lumbu, Kota Bekasi
--- Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi
--- Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi
3. Pendiri Yayasan Al-Muhajirin Perum 3 Bekasi Timur
-- Kepala Sekolah SMP Al-Muhajirin, Perumnas 3 - Bekasi Timur
-- Kepala Sekolah SMA Al-Muhajirin Perumnas 3 Bekasi
4. Ketua RW XX Duren Jaya
- LKMD Kelurahan Duren Jaya Bekasi Timur
5. Ketua Umum KKB (Kerukunan Keluarga Banyumasan) Kota & Kab. Bekasi
6. RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Wil.11 Bekas, JZ.10.LCP
7. POKDAR KANTIBMAS Sektor Bekasi Timur
-- SISPANDU Kota Bekasi
8. Pendiri Klub Jantung Sehat (Senam Jantung) Kota & Kab. Bekasi
9. Pendiri Yayasan Al-Hidayah Perumnas 3
10. Pendiri Yayasan Al-Huda Perumnas 3
11. Pendiri SMP Al-Wathoniyah & SMK Tirta Kencxana Kota Bekasi

Latar Belakang Pendidikan:
1. Universitas Indonesia, Semester Akhir
2. ..... (dilanjutkan nanti)

Senin, 02 Februari 2009

Indra J. Piliang terpilih sebagai juru debat Partai Golkar

Indra J. Piliang terpilih sebagai juru debat Partai Golkar oleh Tim Kajian Strategis dan Pencitraan Bappilu Partai Golkar.

Pemantapan Tim Debat Nasional digelar di Novotel Bogor, sejak Sabtu hingga Minggu ini. Acara dibuka oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla.
Pemantapan ini digelar meliputi Effective Public Speaking, Persiapan Talk Show Televisi dan Simulasi Debat.

Caleg Meninggal, Suara Sah Menjadi Perolehan Parpol

KALIANDA – Calon anggota legislatif (caleg) yang meninggal dunia setelah ditetapkan dalam daftar calon tetap (DCT) dalam pemilu legislatif 2009 ini, namanya tidak akan dicoret oleh KPU. Jika tidak ada laporan dari parpol yang bersangkutan, maka ketika namanya dicontreng dalam pemilihan, maka suara tersebut menjadi suara sah perolehan parpol yang mengusungnya.

Demikian dijelaskan Anggota KPUD Lamsel Dra. Erlina saat dikonfirmasi Radar Lamsel Selasa (20/1).

Ia menegaskan, dalam hal ini pihak KPUD Lamsel sudah memberikan imbauan kepada parpol-parpol agar melakukan validasi pada tanggal 19 Januari 2009 lalu, tentang caleg yang masuk PNS dan bagi caleg yang meninggal. “Kita sudah imbau kepada kepada masing-masing parpol agar melakukan validasi mengenai caleg yang masuk PNS dan meninggal dunia setelah masuk DCT,” ujarnya.

Namun, diketahui hingga saat ini laporan belum masuk kepada KPUD setempat terkait hal tersebut. “Sejauh ini, belum ada laporan dari parpol mengenai laporan adanya caleg (DCT-Red) yang masuk PNS dan meninggal,” tukas Erlina.

Meski, nantinya terdapat laporan dari parpol terkait hal itu, pihak KPUD Lamsel akan langsung mencoret caleg dari DCT, sehingga saat pemilihan digelar tidak dicontreng oleh pemilih yang belum mengetahui kejadian itu. “Kita akan coret dari DCT ,” tukasnya. (Hendar Cahyadi)

Google+ Followers

Web Partner

AgusWinanto.-